Jokowi Sebut Masyarakat Tercekik Bunga Pinjol di Depan Bos OJK

Presiden Jokowi saat ini sedang menyoroti perkembangan teknologi digitalisais di dunia keuangan. Tetapi perkembangan tersebut justru membut masalah baru yaitu lembaga pinjaman online yang menerapkan bunga yang tinggi.

Hal tersebut disampaikan Jokowi pada saat membuka acara di OJK Virtual Innovation Day 2021, pada saat pembukaan acara yang berlangsung di Istana Kepresidenan juga dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner Otorisan Jasa Keuangan atau OJK yaitu Wimboh Santoso.

Pada awal pembicaraan Jokowi membahasa mengenai gelombang digitalisasi yang terjadi selama beberapa tahun belakangan ini, perkembangan tersebut semakin cepat dengan adanya pandemi COVID-19. Seperti misalnya situs judi online yang kian ramai dan populer di kalangan masyarakat seperti slot online, poker online, ceme hingga judi bola dari daftar sbobet resmi MOJOBET89.

“Kita lihat bank berbasis digital bermunculan, juga asuransi berbasis digital bermunculan dan berbagai macam e-payment harus didukung,” tuturnya dilansir dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin 11 Oktober 2021.

Walaupun demikian, di lain sisi perkembangan digitalisasi tersebut jua menjadi pemicu tumbuhnya penyelenggara Fintech berbasis syariah.

Inovasi tersebut tentunya semakin berkembang, dari sektor ekonomi yang menggunakan basis peer to peer hingga bisnis to bisnis. Dari perbincangan tersebut Jokowi akhirnya menuju topik Fintech peer to peer yang sering kali terjadi penipuan. Selain itu bunga yang dipatok juga sangat tinggi bagi masyrakat.

“Tetapi pada saat yang sama saya juga memperoleh informasi banyak penipuan dan tindak pidana keuangan telah terjadi. Saya mendengar masyarakat bawah yang tertipu dan terjerat bunga tinggi oleh pinjaman online yang ditekan dengan berbagai cara untuk mengembalikan pinjamannya,” ucapnya.

Presiden-pun menginstrukikan untuk perkembangan teknologi yang terjadi pada sektor keuangan bisa dikawal dengan ketat prosesnya, dan juga perkembangannya difasilitasi agar memberikan sumbangsih yang bersifat positif pada pertumbuhan ekonomi negara. Seperti situs digital khusus slot online terpercaya yang sedang mengalami perkembangan pesat dalam game slot online di Indonesia.

“Jika kita kawal secara cepat dan tepat, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi raksasa digital, setelah China dan India dan bisa membawa kita menjadi ekonomi terbesar dunia ketujuh di 2030,” tuturnya.

Apa yang disampaikan Jokowi itu nyata adanya. Jika diingat lagi cukup banyak cerita – cerita mengenaskan mengenai masyarakat yang terjerat utang pinjol.

Misalnya ada seorang ibu dari Depok berinisial Y yang berani menyurati Jokowi. Ia meminta orang nomor 1 di Indonesia itu untuk memberantas fintech ilegal.

Dalam suratnya, Y meminta pemerintah melakukan investigasi atas keberadaan 99 pinjol yang telah menjerat dan mengintimidasi Y. Bahkan, ada 3 pinjol ilegal yang melakukan jual beli data pribadi Y. Padahal, Y tidak pernah meminjam tapi ditagih.

Jokowi Sebut Masyarakat Tercekik Bunga Pinjol di Depan Bos OJK