Harga Emas Diramal Akan Terus Merosot

Emas merupakan logam mulia yang paling banyak diminati oleh masyarakat, bukan hanya untuk digunakan sebagai perhiasan tapi juga untuk investasi.

Emas dikatakan sebagai salah satu instrumen investasi yang aman karena meskipun harga emas tergolong fluktuatif namun harga emas tidak pernah jatuh terlalu jauh.

Bahkan, di tengah pandemi yang melanda dunia tahun ini harga emas terbilang cukup stabil dan sempat mengalami kenaikan yang signifikan di awal tahun 2020.

Minggu ini, harga emas tercatat mulai mengalami perbaikan. Namun analis masih pesimis dengan prospek harga ke depan.

Hari Minggu kemarin harga emas turun ke level terendah dalam 4 bulan terakhir ke level US$ 1.677,9. Padahal Kamis minggu lalu sebelumnya harga emas berada di kisaran harga US$ 1.740 per troy ounce. Harga emas yang tersedia di agen slot online juga cukup berubah, maka dari itu bettor rata-rata ingin menang jackpot slot dan mendapatkan emas.

Di awal tahun harga emas masih berada di level US$ 1.900 an. Analis Komoditas Commonwealth Ban od Australia Vivek Dhar mengungkapkan penurunan harga emas ini terjadi karena respon laporan ketenagakerjaan AS yang semakin baik.

Harga emas dan dollar AS ini saling terkait. Jika dollar AS menguat terhadap mata uang lain, maka harga emas akan turun.

“Aksi jual yang terjadi pada Senin kemungkinan dipicu oleh pasar Asia yang membeli dolar AS dan menjual emas sebagai respon laporan ketenagakerjaan periode Juli,” kata dia dikutip dari CNBC, Kamis 12 Agustus 2021.

Di Jumat lalu, Biro Statistik Tenaga Kerja AS menyebutkan nonfarm payrolls mengalami peningkatan menjadi 943.000 pada Juli.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan yang hanya 845.000 pekerjaan baru. “Logam mulia ini akan sulit bullish,” ujarnya. Apalagi kebijakan moneter AS yang lebih hawkish.

Sebelumnya Federal Reserve memperkirakan akan menghentikan pelonggaran moneter dan memperlambat stimulus ketika ekonomi pulih dari pandemi. Bank sentral AS mempertahankan suku bunga di level yang mendekati nol.

Namun pejabat Fed memberikan sinyal jika kenaikan suku bunga bisa saja terjadi apalagi dengan angka inflasi yang mulai meningkat.

Head of Investment UBS Global Wealth Management Dominic Schnider mengungkapkan jika harga emas diprediksi hanya berada di level US$ 1.700 pada kuartal I 2021. Bahkan harga emas bisa turun ke level US$ 1.600 atau lebih rendah.

Harga Emas Diramal Akan Terus Merosot
Ditag di: